Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

UKG

Uji Kompetensi Guru Tetap diperlukan  JAKARTA, KOMPAS (Selasa, 3 Juli 2012) - uji kompetensi bagi guru didukung jika tujuannya untuk meningkatkan mutu guru. karena itu, uji kompetensi jangan dijadikan "hukuman" untuk menunda atau mencabut tunjangan profesi pendidik. "Ujian kompetensi bagi guru ini penting. Uji kompetensi ini harus menjadi data awal untuk mengetahui aspek kompetensi mana yang lemah, di sanalah pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi guru," kata Ketua Ikatan guru Indonesia Satria Dharma pekan lalu di jakarta. secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengatakan, uji kompetensi memang harus dilakukan untuk guru, tetapi jangan dikaitkan dengan sertifikasi."Jika pemerintah serius, adakah uji kompetensi untuk semua guru supaya data yang didapat lengkap." Menanggapi berbagai penolakan guru atas uji kompetensi ini, Satria menyatakan tidak berseberan...

7 Habit

The 7 Habits The book first introduces the concept of Paradigm Shift and prepares the reader for a change in mindset. It makes the reader to understand that there exists a different perspective, a view point that maybe different from his own and quotes that two people can see the same thing and yet differ with each other. This is not logical, it is psychological. Once the reader is prepared for this, it introduces the seven habits, in a proper order. Each chapter is dedicated to one of the habits, [ 3 ] which are represented by the following imperatives : Independence or Self-Mastery The First Three Habits surround moving from dependence to independence (i.e., self mastery): Habit 1: Be Proactive Take initiative in life by realizing that your decisions (and how they align with life's principles) are the primary determining factor for effectiveness in your life. Take responsibility for your choices and the subsequent consequences that follow. Habit 2: Begin with the...

7 Habit

Melalui ebook ringkasan padat ini kita akan belajar kebiasaan-kebiasaan apa saja yang paling efektif yang dapat dimiliki dan dipelajari manusia untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Ada  7 kebiasaan paling efektif  yang harus dikembangkan bila seseorang ingin mencapai keberhasilan. Kebiasaan-kebiasaan itu adalah: Jadilah Proaktif Memulai Dengan Tujuan Akhir Dahulukan Yang Utama Berpikir Menang-Menang Berusaha Mengerti Dulu, Baru Minta Dimengerti Wujudkan Kerja Sama Yang Kreatif Asalah Gergaji Kebiasaan 1, 2 dan 3 adalah sesuatu yang berhubungan dengan diri pribadi atau ke dalam. Kebiasaan ini wujud kemenangan pribadi yang diperlukan untuk berkembangnya karakter pribadi. Kebiasaan 4, 5 dan 6 adalah wujud kemenangan publik; kebiasaan ini juga berupa kerjasama dan komunikasi yang baik. Kebiasaan ke 7 (Asahlah “Gergaji”) adalah pembaharuan diri dalam bentuk: spiritual, mental, fisik dan sosial/emosional, yang semuanya memerlukan perawatan dan pertumbuhan. Jadi kesim...

Pendidikan Karakter Anak

KOMPAS.com - Stimulasi nilai-nilai dan etika berbagi serta meminjam milik orang lain dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari di rumah. Satu hal yang patut dingat, ketika anak sudah memahami, kemudian mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka anak berhak mendapatkan penghargaan. Penghargaan ini penting untuk lebih menumbuhkan semangat agar anak dapat mengulangi perilaku positifnya tersebut. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan: 1. Berikan contoh. Jangan salahkan anak yang merebut mainan milik teman bila orangtua sendiri tidak menghargai hak milik orang lain. Saat melihat gunting milik anak tergeletak, orangtua langsung memakainya, kemudian diletakkan kembali sesudahnya. Alangkah baiknya bila orangtua mengatakan, "Kak, pinjam guntingnya dulu untuk menggunting plastik sebentar. Nanti Bunda kembalikan lagi ke meja Kakak." Jangan lupa mengucapkan terima kasih kemudian. Ingat, contoh dengan perbuatan, lebih kuat daripada kata-kata. Anak ...

TIP Membaca

JAKARTA, KOMPAS 3 Juli 2012.com - Anda suka membaca, tetapi lamban dalam menyelesaikan "eksekusi" satu buku? Nah, Linda Saptadji dari Yayasan Anak Indonesia Suka Baca berbagi sejumlah tips dan trik membaca cepat. Seperti apa? " Dalam membaca buku, kita harus mengetahui dulu apa garis besar dari buku tersebut," kata Linda, di Jakarta Book Fair, pekan lalu. Ada lima tips yang menurut Linda bisa diterapkan agar bisa membaca dengan cepat: 1. Percepatlah bagian yang sudah Anda pahami. Jika Anda menemukan sub bab yang tidak penting atau familiar, Anda bisa melompatinya. 2.Perlambatlah ketika menemukan sesuatu yang baru dipahami. Perlambatan ini diperlukan untuk mencerna istilah-istilah yang baru dikenal atau baru ditemui. 3. Tidak mengeluarkan suara dalam membaca karena dapat memakan waktu lebih lama. 4. Usahakan tidak banyak bergerak saat Anda membaca. Gerak yang dihasilkan akan membuang waktu dan menghambat untuk membaca cepat. 5. Mental blo...