Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SENIRUPA DAN KERAJAINAN MELALUI PAMERAN DI BLOG MAHASISWA SEMESTER IV PGSD IKIP PGRI MASDIUN

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SENIRUPA DAN KERAJAINAN MELALUI PAMERAN  DI BLOG MAHASISWA SEMESTER IV PGSD IKIP PGRI MASDIUN Edy Siswanto PGSD IKIP PGRI Madiun Abstraksi: Tuntutan profesionlisme guru untuk   menguasai bidang teknologi informasi sudah tidak bisa kita bendung lagi. Apalagi untuk media pembelajaran seorang guru harus dapat mengoperasikan teknologi dan bahkan harus bisa membuatnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan kreativitas hasil belajar seni rupa dan kerajinan melalui pemanfaatan teknologi informasi dengan membuat blog sebagai media penyimpanan dan pameran hasil karya pada mahasiswa semester IV PGSD IKIP PGRI Madiun.   Harapannya adalah setiap mahasiswa dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas berkarya seni rupa dan kerajinan untuk bekal nanti ketika menjadi guru di sekolah dasar. Selain itu juga karya seni rupa dan kerajinan para mahasiswa akan terdokumentasikan selamanya yang setiap saat dan dimanapun t...

Guru Adalah Tukang

GURU PENYAMPAI ILMU SETARA TUKANG LATAR BELKANG Sebagian besar guru saat ini hanya berfungsi mentransfer ilmu. Mereka tak ubahnya bagaikan   tukang yang hanya menyelesaikan tugasnya untuk memenuhi target pekerjaanya. Hal ini tidak akan membawa pengaruh kejiwaan pada pekerjaanya apalagi terhadap anak didiknya. Selesai pekerjaan selesailah sudah kewajibannya. Antara anak didik dan pendidik tidak ada ikatan emosional. Mereka betul-betul sebagai tukang, bukan profesional. Bagaimana seharusnya pekerjaan guru itu dilakukan. Menurut ........Tidak dapat kita pungkiri bagaimana mereka hanya seperti itu ke GURU SEBAGAI TUKANG MENGAPA GURU DISEBUT TUKANG GAJI GURU TUKANG SETARA UMR PENUTUP

Guru Sejati Gaji Selangit

LATAR BELKANG Sebagian besar guru saat ini hanya berfungsi mentransfer ilmu. Mereka tak ubahnya bagaikan   tukang yang hanya menyelesaikan tugasnya untuk memenuhi target pekerjaanya. Hal ini tidak akan membawa pengaruh kejiwaan pada pekerjaanya apalagi terhadap anak didiknya. Selesai pekerjaan selesailah sudah kewajibannya. Antara anak didik dan pendidik tidak ada ikatan emosional. Mereka betul-betul sebagai tukang, bukan profesional. Bagaimana seharusnya pekerjaan guru itu dilakukan. Dalam peraturan   Menteri Pendidikan Nasional   Republik Indonesia Nomor    16   tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dijelaskan bahwa keprofesian guru akan tampak pada empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional. Namun dalam pendampingan anak didiknya, urutan yang membuat pekerjaan paling berat adalah kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Mengapa ...

UKG

Gambar
JANGAN SALAHKAN GURU KALAU NILAI UKG JELEK Oleh: Drs. Edy Siswanto, M.Pd.   Kepala SMPN 1 Takeran, Kabupaten Magetan Belum lengkap rasanya kalau kita tidak membicarakan problema guru. Saat ini guru bagaikan artis yang sedang naik daun. Namun naiknya tidak seperti artis yang selalu dipuja dan dikerumuni hanya dikarenakan pemujanya ingin minta tanda tangan dan foto bersama. Ramainya perbincangan guru saat ini, selain karena mendapatkan tunjangan profesional juga karena akan diadakan uji kompetensi. Sebagian besar guru merasa belum siap untuk di uji, terutama dari kalangan guru sekolah dasar. Belum siapnya bukan perkara materi yang akan diujikan, namun terletak pada bagaimana cara mengoperasikan komputer. Pada akhirnya mereka rela mengeluarkan uang untuk latihan mengoperasikan komputer dan bahkan membeli laptop.    Sejarah guru di negeri ini memang belum begitu mendapat perhatian, sehingga wajar saja apabila pemerintah sekarang begitu perhatian terhadap guru. Profil guru...