Guru Sejati Gaji Selangit
LATAR BELKANG
Sebagian besar guru saat ini hanya berfungsi mentransfer ilmu. Mereka tak ubahnya bagaikan tukang yang hanya menyelesaikan tugasnya untuk memenuhi target pekerjaanya. Hal ini tidak akan membawa pengaruh kejiwaan pada pekerjaanya apalagi terhadap anak didiknya. Selesai pekerjaan selesailah sudah kewajibannya. Antara anak didik dan pendidik tidak ada ikatan emosional. Mereka betul-betul sebagai tukang, bukan profesional.
Bagaimana seharusnya pekerjaan guru itu dilakukan. Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru dijelaskan bahwa keprofesian guru akan tampak pada empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, profesional. Namun dalam pendampingan anak didiknya, urutan yang membuat pekerjaan paling berat adalah kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Mengapa kompetensi profesional penulis letakkan paling buncit? Karena kemampuan profesi guru ini diperoleh dari pendidikan formal. Mereka para guru sudah mengantongi ijasah dan akta yang dapat digunakan untuk senjata menghadapi dunia kerja. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak dapat melaksanakan kompetensi profesionalnya. Seandainya para guru belum memiliki standar profesional dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, mereka harus berusaha sendiri untuk memenuhi standar ini.
PROFESI GURU
Berat tugas guru itu. Seorang guru yang peduli kepada anak didiknya masalah waktu dan tempat tidak ada batasnya. Kapanpun dan dimanapun guru itu berada jiwanya hanya untuk membangun dan mengembangkan pendidikan anak. Kalau hanya seperti yang tertera dalam peraturan bersama lima menteri yang mengatur waktu pegawai negeri sipil minimal dalam semiggu harus 37.5 jam kerja bagi guru tidak ada artinya. Bahkan guru bisa melebihi jam kerja 37.5 per minggunya. Mari kita telusuri guru profeional dalam melayani anak didiknya.
Kemampuan yang paling banyak belum dijalani oleh guru adalah kompetensi kepribadian dan kompetensi pedagogik. Dalam kompetensi kepribadian inilah yang membuat gaji guru itu tinggi. Bahkan tiga kali lipatpun masih kurang. Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi guru yang berhubungan dengan penampilan dan karakter diri, antara lain (1) guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, (2) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (3) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, (4) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, (5) menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi guru yang berhubungan dengan ilmu-ilmu pendidikan, antara lain (1) guru menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, (2) menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (3) mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu, (4) menyeleng-garakan pembelajaran yang mendidik, (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran, (7) memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki, (8) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik, (9) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (10) memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pem-belajaran, dan (11) melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Kompetensi sosial adalah kompetensi guru yang berkaitan dengan kehidupan bermasya-rakatnya, antara lain (1) guru bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi, (2) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, (3) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya, (4) berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Kompetensi profesional merupakan kom-petensi guru yang berkenaan dengan profesi atau keahlian tugas pekerjaannya, antara lain (1) guru menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) mengembangkan materi pembel-ajaran yang diampu secara kreatif, (4) mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Dari uraian di atas maka penulis mencoba untuk merinci urutan kompetensi mana yang paling berat dilakukan oleh guru dalam mendampingi anak didiknya sukses di masa depan. Sukses tidak hanya di dunia namun harus sukses juga di akherat nanti. Penulis mencoba memilih kemampuan dari standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, diantaranya:
Guru menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.
Dari penguasaan karakteristik peserta didik di atas dapat diurutkan dari yang paling tidak mendapa perhatian oleh guru adalah:
Karakteristik Peserta Didik dari Aspek Spiritual.
Dalam kegiatan sehari-hari tidak banyak guru yang menyentuh sampai ke ranah menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spriritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual. Yang paling banyak belum disentuh adalah karakteristik spiritual dan emosional.
Karakteristik spiritual banyak berhubungan dengan kegiatan kegamaan, terutama dalam implementasi keseharian. Guru nampaknya belum begitu peduli terhadap anak tentang bagaimana mereka melaksanaan kewajiban agama masing-masing. Apakah peserta didik telah melaksanakan sholat dengan tertib baik di rumah maupun di sekolah? Bagaimana puasanya, sodaqohnya, amalan hariannya belum banyak guru yang memperhtikannya. Di setiap sekolah pasti ada program shodaqoh seikhlasnya untuk pembelajaran peserta didik menjadi orang kaya. Seperti yang di...................................karena tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. untuk t ada kotak amal yang beredar
1. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat
2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
3. Mmemfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki,
Pelayanan Prima
Pekerjaan guru di sekolah dalam kesehariaannya bagaikan bapak yang peduli terhadap masa depan anaknya. Tidak hanya memperhatikan dunianya saja namun juga bagaimana orang tua peduli untuk membimbing anaknya dapat masuk surga. Dibawah ini berbagai kegiatan guru dalam melayani anak didiknya.
a. Menjamu Siswa
b. Komunikasi verbal
c. Masuk Kelas
d. Keluar Kelas
e. Mengetahui Perbedaan Individu
f. Menghargai Anak Didik
g. Bersahabat
h.
i.
MENGAPA BERGAJI TINGGI
PENUTUP
Komentar
Posting Komentar